Jul 4, 2012

Rekapitulasi Baksos myQuran 2012 Di Kampung Cibuyutan Bogor

Alhamdulillah, baksos myQuran 2012 di kampung Cibuyutan, Bogor telah sukses dijalankan, semua berjalan lancar. Antusias donatur sungguh luar biasa, target mendapat donasi sekitar 40 juta rupiah akhirnya tercapai 70 juta rupiah! Untuk donasi barang, jumlahnya sangat banyak, sebenarnya deadline penerimaan donasi barang adalah H-7, namun donatur tetap antusias memberikan donasi barangnya. Alhasil mereka barang mereka tetap diterima, terlebih ada beberapa barang dalam kondisi masih baru. Panitia sempat kebingungan barang sebanyak ini akan diberikan semua ke warga Cibuyutan atau untuk acara Baksos myQuran mendatang. Karena acara baksos mendatang belum diketahui kepastiannya, juga karena amanahnya adalah memberikan semua barang tersebut ke warga Cibuyutan, akhirnya semua barang itu diberikan ke warga Cibuyutan.


H-1: Kampung Makassar

Briefing terakhir baru terlaksana pukul 11 malam, relawan mendadak bergadang

Semua relawan diminta datang dan menginap di rumah salah satu relawan di kawasan Kampung Makassar, Jakarta. Tempat ini juga yang menjadi tempat penitipan barang donasi. Breifing persiapan akhir rencananya pukul 8 malam, apa daya baru terlaksana pukul 11 malam dan selesai jam 12 malam. Banyak relawan baru dapat datang setelah pulang kantor dan juga terjebak macet. Ketua Pelaksana Baksos juga tertahan, karena tertahan saat berkoodinir dengan sponsor ICB Bumiputera di Cikini. Alhasil dengan semua kegiatannya, Ketua baru bisa datang pukul... 9.34 malam :D

R10 sendiri kebagian mengurus spanduk bersama Ruri dan pakde Gio. Pakde Gio ini sebenarnya salah satu senior myQuran, namun saat ini sedang bekerja di Brunei. Sedang Ruri yang membuat spanduk baru datang pukul 11 malam lewat.... cemas juga kerena karena cuma SIE Humas/Publikasi yang belum tiba alatnya.  Tanpa spanduk bagaimana tanggung jawab terhadap sponsor?

Menambahkan sponsor Bintal Islam Wika pada detik terakhir
Syukurlah Ruri datang dan selepas briefing, spanduknya ditambahkan sponsor detik terakhir yakni Bintal Islam Wika.

Pukul 3 Dini Hari

Selama waktu jeda ketika selesai briefing hingga menjelang pukul 3 dini hari relawan ikhwan memperbaiki spanduk, istirahat sedangkan relawan akhwat memasak dan istirahat. Pukul 3 kurang seorang relawan mengingatkan untuk segera mengangkut barang ke kendaraan. Karena keterlambatan ini, rencana perjalanan yang dimulai pukul 3 pagi pun gagal, karena relawan baru dapat berangkat pukul 4 pagi.

Alhamdulillah ada yang memberi bantuan truk box

Terima kasih untuk MP4 Palestine yang ternyata memberikan bantuan kendaraan berupa truk box! Alhamdulillah ini membuat kebanyakan barang dapat ditaruh di truk dan membuat kendaraan relawan menjadi "kosong" sehingga tidak ada "kelebihan muatan" akibat relawan+barang "tumpah" di angkot :hihi: 

Berangkat Ke Cibuyutan

Pukul 4 pagi relawan akhirnya berangkat menuju Cibuyutan. Relawan ikhwan menggunakan angkot, relawan akhwat menggunakan mobil pribadi panitia, Avanza, Xenia, Kijang dan X-Trail.  Ada juga relawan lain yang menggunakan motornya masing-masing menuju Cibuyutan.

Kisah Relawan Bermotor:

Relawan motor terdiri dari 7 ikhwan dan 1 akhwat dengan Honda Beatnya. Sempat terjadi dua insiden, yang pertama karena leader-nya dianggap memimpin dengan gaya Valentino Rossi, alhasil banyak yang tertinggal tapi bukan akhwatnya loh, karena dari laporan yang masuk dia mengendarai motornya dengan  gaya Jorge Lorenzo :tepokjidat: Dan setelah sholat Subuh di Masjid daerah Jonggol, kecepatan diturunkan menjadi 40 km/jam saja yang ternyata akan muncul insiden kedua :D

Di pertigaan Tanjung Sari seorang ikwan dalam kondisi berkendara ijin ke pak Pres untuk MCK, yang dijawab pak Pres untuk ijin ke leader motor paling depan. Namun yang terjadi ia malah mengebut melewati truk. Ketika biker kumpul di warung, ternyata hanya dia yang tak ada. Langsung saja leader mengejarnya, jangan-jangan ia kebablasan ke Cianjur. 10 menit kemudian mereka kembali. Ternyata ikhwan itu pergi ke MCK di Musholla tak jauh dari pertigaan Tanjung Sari, pantas leader tak menemukan dia saat melakukan pengejaran dengan mengebut secepat mungkin. Ia baru "tertangkap" saat leader menyerah dan balik ke pertigaan. Kalau tak "tertangkap" leader saat itu, benar-benar yang bersangkutan akan menuju Cianjur bablas ke Bandung :D

Kisah Relawan Mobil:

Makan pagi di SPBU

Relawan mobil sholatnya di SPBU, karena gagal mendapatkan masjid yang buka. Tidak ada insiden berarti disini kecuali salah satu mobil terjebak macet di area pasar. Setelah sholat, istirahat dan makan pagi, perjalanan kembali dilanjutkan dan tiba di Ponpes Darus Salam Selawangi pukul 7.30 pagi.

The Adventures Begin: Road To Kampung Cibuyutan - Relawan Bertumbangan

Setelah istirahat di Ponpes, pukul 8.30 pagi relawan bersiap untuk menuju kampung Cibuyutan dimana jalannya terdiri dari tanah kering dan batu menanjak "konstan" sepanjang 3,9 km. Ternyata "menanjak konstan" disini menggunakan "definisi" dari myQpala (kelompok myqers yang senang berpetualang, misalnya naik gunung) :toe: Bayangkan ada "banyak" tanjakan sekitar 45 derajat.  Benar-benar medannya anak gunung dah :D 

Akhirnya para relawan pun bertumbangan. Yang menggunakan motor ada yang nyungsep, mogok. Yang membawa barang dengan menggunakan bambu akhirnya terpaksa melepas bambu tersebut karena malah membuat beban bertambah berat. Bahu pun sakit menahan beban sepanjang perjalanan. Sedangkan yang membawa barang memakai tangan juga ternyata banyak yang tak kuat. Bahu, tangan sakit, kaki juga lelah menanjak.

Persiapan angkut barang

Angkut pakai bambu malah bikin tambah berat

Motor relawan mogok

Angkat barang berat pakai tangan sejauh 3,9 km menanjak? Ga kuat euy --'

Setelah berbagai usaha yang dilakukan relawan, terus terang bantuan tukang ojek warga lokal dari Pak Mistah (Guru Madrasah Kampung Cibuyutan) sangat membantu. Tukang ojek tersebut sudah terbiasa membawa banyak barang di motornya di jalan kampung Cibuyutan yang berbatu dan menanjak.

Tiba Di Kampung Cibuyutan: 
SMP = Sekolah Menengah Persatuan - Astagfirullah

Alhamdulillah akhirnya semua relawan telah tiba di kampung Cibuyutan. Mereka berkumpul di Madrasah sekitar pukul 11.30 siang. Setelah sholat, istirahat, makan siang acara dilanjutkan kembali. Berikut ini ada beberapa gambaran betapa kondisi pendidikan disana masih memprihatinkan. R10 tidak ikut bergabung dengan acara Games/Kuis karena sedang tidur/makan siang. Ada yang mengatakan timelinenya adalah sekitar pukul 2 - 2.30 siang.


Hendrik ingin jadi pilot :)

Ada seorang anak bernama Hendrik, ia bercita-cita menjadi Pilot. Saat anak-anak diberi pertanyaan apakah kepanjangan dari SMP, ada yang menjawab "sekolah menengah per...per..per..." Sekolah Menengah Persatuan. 

Ditanya pertanyaan, SMA singkatannya apa? Ibukota Indonesia mana? Ibu Kota Jawa Barat? Ibu Kota Cibuyutan? Tak ada yang bisa menjawab --'

Zidane darimana? Pemain bola favorite siapa?  Alhasil karena tidak ada yang tahu darimana Zidane berasal maka ditanyalah berapa nomer punggung BP? Ternyata banyak yang bisa jawab, no punggung 20! Lalu diseleksi lagi pertanyaannya, dari klub mana BP, yang menjawab benar mendapat hadiah bola sepak :D Pertanyaan tentang sepak bola ini agak-agak menyerempet juga, mengingat warga Cibuyutan berbahasa Sunda yang artinya mereka penggemar Persib dong :D Untung tidak ada tawuran jak mania vs viking :p

Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan semakin ngawur, yang penting semua hadiah diberikan kepada mereka semua :)

Lulusan tahun ini 16 orang dan yang melanjutkan SMP hanya 3 orang. Sebenarnya anak-anak Cibuyutan punya potensi, terbukti 2 murid MI Miftahussolah kampung Cibuyutan masuk 10 terbaik se kecamatan (atau sekelurahan?).


Kepala Sekolah Cibuyutan Tiba: Puncak Acara

Akhirnya Kepala Sekolah Cibuyutan tiba di halaman MI dan puncak acara dapat dimulai. Pembagian paket tas berisi seragam dan alat-alat sekolah. Di sini R10 sudah kembali hadir dan mengabadikan beberapa dokumen foto. Sempat terjadi insiden dimana satu kantong kresek besar berisi baju muslim/muslimah senilai 1,6 juta "hilang". Untung kemudian, Alhamdulillah dapat ditemukan, ternyata kantong itu berada di rumah Pak Mistah guru Madrasah. Sebagai informasi tambahan, barang-barang kebanyakan ditaruh di Madrasah dan ternyata kantong kresek yang "hilang" itu diletakkan tukang ojek di rumah pak Mistah.

Pak Pres menyematkan tas bantuan kepada anak-anak

Amanah senilai Rp 1, 6 juta sempat "hilang" untung akhirnya ditemukan
Penyerahan Bantuan Secara Simbolis Di Rumah Pak RT 
Dan Nonton Bareng: Serdadu Kumbang

Penyerahan secara simbolis

Setelah acara penyerahan alat-alat sekolah di Madrasah, acara selanjutnya adalah penyerahan bantuan secara simbolis kepada pak RT berupa alat-alat pendukung masjid, pakaian dewasa, dll. Penyerahan simbolis dilakukan untuk menghindari "keributan" berebut barang-barang.

Nonton Serdadu Kumbang

Kemudian selepas sholat Isya diadakan acara nonton bareng dan makan malam bersama warga. Diputar film Serdadu Kumbang. Warga antusias menonton film dan sering terdengar celutukan-celutukan respon dari adegan film tersebut. Film berakhir pukul 9 malam. Dan setelah itu warga pulang dan panitia beristirahat.

Pulang Kembali Ke Jakarta

Foto terakhir di kampung Cibuyutan

Relawan bersiap pulang selepas subuh. Pukuil 7.30 setelah bersih-bersih dan foto-foto akhirnya relawan kembali turun ke  Ponpes Darus Salam Selawangi. Pukul 9 relawan berangkat kembali ke Jakarta. Hanya kali ini relawan terjebak kemacetan dan baru sampai sekitar waktu Dzuhur. 


Lain-Lain:

Air

Kondisi air, potensi air sebenarnya melimpah hanya saja, air yang mengalir sedikit bahkan sempat  "habis". Katanya sih karena pipa airnya keinjak sapi :D

Musholla


Pergi/pulang ke Musholla tak mudah karena rawan longsor

Letak Musholla di "ketinggian" rawan longsor, di malam hari bagi mereka yang sudah terbiasa mungkin tak masalah, tapi yang tak terbiasa, salah-salah terpeleset jatuh terjun ke rumah warga :D

MCK

MCK cukup bersih kok, cuma ya itu sewaktu-waktu air bisa "habis/mati" karena pipanya keinjak sapi :p - Pengalaman menarik R10 adalah ketika harus ke MCK sekitar pukul 3 pagi, karena sebelumnya (siang hari) tak pernah ke MCK, jadilah mencari MCK dari Musholla tidak mudah karena gelap, saat pulang dari MCK sempat nyasar ke kandang kambing --'

Oh iya, bersih disini R10 tak lihat langsung karena gelap, hanya mengandalkan senter dari hp Nokia 101, tapi karena tak ada bau pesing, artinya bersih kan :D

Pintu MCK ada yang rusak karena pakai model pintu kunci putar, warga kampung mana terbiasa dengan pintu tersebut, jadilah ganggangnya rusak.


Sinyal Ponsel

Sinyal ponsel Axis/3 jangan diharapkan disini :D Untuk operator besar macam IM3 sinyal ada kok, relawan yang membawa BB memakai operator papan atas, tetap bisa BBM-an


Rencana myQuran untuk warga Cibuyutan kedepannya (masih dimatangkan):

1. Memberikan 3 dus Al-Quran yang tertinggal
2. Memperbaiki Madrasah dan juga memperbagus pondasi Musholla agar tidak rawan longsor.
3. Mengajak anak-anak Cibuyutan untuk Study Tour ke wilayah pusat Bogor/Jakarta
4. Mensosialisasi tetua kampung agar listrik PLN bisa masuk desa dengan menggunakan layanan PLN pra-bayar, jadi warga tidak perlu takut bila tak mampu bayar listrik.
5. Mengajak pihak luar untuk membantu mengirim da'i untuk berdakwah disana. Misalnya Hidayatullah yang punya program "ustadz masuk desa". Maklum kata warga jamaah sholat jumat cuma 4 orang saja --'
6. Memberikan beasiswa untuk siswa yang hendak melanjutkan ke SMP

Terima Kasih Untuk Sponsor Baksos:




KDI ICB Bumiputera

Bintal Islam Wika