Mar 17, 2012

Harga BBM 2012 Seharusnya Hanya Rp 500/Liter

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya muslim namun sayangnya lebih memilih menjadi negara sekuler. Ciri khas dari negara sekuler adalah mencintai dunia. Begitulah akhirnya pemerintah meninggalkan perekonomian Islami. Lalu kemudian terjadilah krisis moneter tahun 1997 akibat salah urus perekonomian.


Pemerintah kemudian memilih memohon bantuan kepada IMF. IMF menginginkan Indonesia menjual negara dan penduduknya. Beberapa kesepakatan yang harus dituruti pemerintah adalah privatisasi (swastanisasi), liberalisasi (menghilangkan proteksi dan subsidi). Investasi asing juga harus diperbesar. Rakyat pun akhirnya harus bersaing dengan perusahaan raksasa pemilik modal besar. Beginilah cara barat mengeruk habisan-habisan kekayaan umat muslim.

Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal; air, padang rumput dan api (energi/barang tambang)” (HR Abu Dawud, Ahmad)

Karena terikat kesepakatan dengan IMF maka pemerintah pun menaikkan harga BBM. Padahal dalam Islam kekayaan alam adalah milik umat. Artinya sudah jelas pemerintah tak boleh menggunakan harga pasar minyak dunia untuk menentukan harga BBM.

Harga Minyak Seharusnya Bisa Rp 500/Liter

Pemerintah beramsusi harga pasar untuk minyak dunia adalah $ 120/barel dengan biaya produksi $ 10/barel. Maka harga minyak menurut pemerintah adalah ($ 120/barel + $ 10/barel x Rp. 9000/$ 1) : 159 lt/barel = Rp 7.358/liter

*catatan 1 barel = 159 liter.

Sekarang ini pemerintah menjual BBM dengan harga jual Rp. 4500/liter. Artinya ada selisih Rp 2858/liter. Subsidi sebesar ini kemudian dianggap sebagai kerugian. Rugi? Yah tentu rugi karena pemerintah menganggap dirinya perusahaan. Inilah pemikiran akibat pengaruh IMF.

Coba pikirkan, minyak bumi kita dari negeri sendiri bukan? Dari tanah sendiri. Lalu mengapa harus mengikuti harga pasar minyak dunia? Seharusnya karena diambil dari tanah sendiri harganya adalah $ 0/barel. Dari tanah sendiri, tidak beli.

Jadi harga minyak seharusnya ($ 0/barel + 10$/barel x Rp. 9000/1$) : 159 lt/barel = Rp. 566 / liter.

Dari perhitungan diatas justru rakyat Indonesia yang memberikan subsidi BBM untuk pemerintah sebesar Rp 4500 – Rp 566 = Rp. 3936/liter.

Apa mungkin harga BBM bisa semurah itu? Bisa saja bila pemerintah mau berpikir menggunakan akal sehatnya dan bukan karena pengaruh IMF. Jangan samakan dengan Jepang yang harga BBM mereka Rp. 9292/liter. Ingat Jepang negeri dengan pendapatan per kapita kaya sedang Indonesia? Mana sanggup rakyat Indonesia membayar harga BBM dengan harga pasar minyak dunia.

Bila pemerintah memang pro rakyat maka sudah sepantasnya sistem perekonomian menguntungkan rakyat. Janganlah memilih menggunakan sistem kapitalisme yang hanya menguntungkan pemilik modal.

Referensi: Ustadz Felix Siauw

Yang pro BBM naik silahkan protes bila tak setuju dengan pemikiran ini.

Update:

Harga Minyak Di Negara Penghasil Minyak (sumber: forum kompas)

Venezuela : Rp. 585/liter
Turkmenistan : Rp. 936/liter
Nigeria : Rp. 1.170/liter
Iran : Rp. 1.287/liter
Arab Saudi : Rp. 1.404/liter
Lybia : Rp. 1.636/liter
Kuwait : Rp. 2.457/liter
Qatar : Rp. 2.575/liter
Bahrain : Rp. 3.159/liter
Uni Emirat Arab : Rp. 4.300/liter

41 comments:

  1. Ya mau gimana lagi, kiblat kita kan amrik sana. Buktinya yang lulusan dari sana yang banyak dipakè dan jadi kebuanggaan Masyarakat kita.
    Pun nyampé idol-idolannya dicangkok dan dipuja sekalian.
    Lumrahlah bila harga BBM pun manut kesana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ini gara2 mafia berkeley :|

      Delete
  2. wah sepakat aku bang. . . katanya kualitas minyak mentah kita sangat bagus dibanding yang lain. . . kenapa harus diekspor... dan malah impor binyak yang berkualitas rendah. . . mungkin karena strategi ekonomi si harap maklum. . tapi ya enggak juga harus naikan harga dong. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. negara ini salah urus jadi begitulah :(

      Delete
  3. hmm.. sekedar info aja ya mas, BBM Indonesia bukan berasal dari dalam negeri, melainkan dari impor. kenapa bisa begitu? karena kualitas minyak dari tambang kita bisa dibilang jelek, bahkan kita tidak bisa mengolah minyak yang jelek tersebut menjadi bahan bakar siap pakai. kalaupun bisa, investasinya akan sangat mahal. jadi, BBM kita dijual ke luar negeri kemudian kita beli BBM dari luar negeri dengan cara impor. sudah bisa nebak kan kalau kualitas jelek dijual harganya gimana? sedangkan kita beli yang kualitas normal dari sana. jadi sudah dapat dipastikan kalau BBM kita mengikuti harga minyak dunia..

    menurut saya, konsep bahwa negara indonesia kaya tambang, kaya minyak, gemah ripah lohjinawi itu sudah lewat masanya.. mungkin konsep ini ada pada masa mbah atau mbah buyut saya. sekarang indonesia ini miskin barang tambang. tidak lama lagi juga barang tambang di indonesia akan habiss.. terbukti minyak saja impor, biji baja krakatau steel juga impor tuh dari brazil karena lagi-lagi masalah kualitas lokal yang jelek. ada emas yang numpuk banyak di timika sana juga udah dikuasai amerika. -__-"

    saya bukan orang pro BBM naik, tapi saya juga bukan orang yang menolak habis-habisan atas kenaikan BBM. saya coba bersikap netral dan realistis saja dengan kondisi yang ada..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas penjelasannya :)

      Delete
  4. Oh ya, untuk memperkuat bukti bahwa Indonesia memang mengimpor BBM berikut ini saya berikan beberapa link artikelnya.. Bahkan Indonesia jadi negera pengimpor BBM TERBESAR DI DUNIA!!

    http://www.analisadaily.com/news/read/2012/02/22/36759/faisal_basri_indonesia_pengimpor_bbm_terbesar_di_dunia/

    http://www.indonesiafinancetoday.com/read/14817/Impor-BBM-Diperkirakan-537-Ribu-Barel-per-Hari

    http://www.voanews.com/indonesian/news/BPPT-Indonesia-Bergantung-Bahan-Bakar-Impor-Hingga-2030--136295608.html

    http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=18&newsnr=5492

    sekarang kita coba merenung kalau masih menganggap negara ini kaya barang tambang dan mineral.. :)


    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. beitulah, negara ini salah urus sehingga SDA dikuasai asing

      Delete
  5. pemerintah emang ngaco pol. ntar ada reformasi lagi, plus bencana dimana2

    ReplyDelete
  6. aku sh memang gak setuju BBM naik >.< BBM naik bisa bikin kempes kantongku, pnghasilan gak naik harga kebutuhan pada naik :(
    kapan sih punya pemimpin yang benar2 bisa mikirin rakyatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. pemerintah skarang sudah mementingkan kalangan tertentu ketimbang rakyat

      Delete
  7. Saya pernah baca /tahu ttg info jika bbm kita di jual ke luar negeri..jd kita mengekspor bahan mentah BBM kmd impor BBM siap pakai shg harganya jauh lebih mahal. Kalau menurut saya justru mestinya kita setting teknologi yg bisa mengolah sendiri dan bukannya terus2an menggantungkan pd proses di luar negeri. Sgt aneh jk alasannya tdk bs mengolah sendiri. Secara SdM saya yaki SDM kita sdh sgt mampu..tinggal bagaimana kemauan pemerintah utk merombak sistem produksi kilang BBM kita agar dr eksplorasi hingga produksi ttp ada dalam mata rantai dalam negeri sendiri...#ini opini subyetif saya lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah gitu mbak masa negara ga bisa mengolah sendiri minyak bumi

      Delete
  8. wahh? kok commentku gak ada? dah nulis banyak td...apa kena spam ya?

    Yg jelas, seharusnya BBM bisa gak mahal jk proses pengolahannya diputuskan di dalam negeri saja. Scr SDM kita sdh mampu kok, tinggal kebijakan pemerintah saja, aneh bngt kalau kita terus2 ekspor BBM mentah kmd import BBM siap pake...must be something wrong kalau spt itu terus..

    ReplyDelete
  9. ini siapa sih ustadz felix siauw kok selama yang saya tahu berita soal kondom silver queen ngaco... demikian juga dengan tulisan ini...
    orang yang nulis begini sepertinya nggak paham juga dengan perekonomian indonesia. asal nyeblak doang...
    Indonesia bisa punya keputusan untuk menjual minyaknya secara lokal. tapi indonesia juga butuh berdagang untuk mendatangkan devisa. indonesia bergabung dengan ikatan negara2 penghasil minyak. makanya harganya jadi tinggi. yang jelas negara kita tidak mungkin bisa survive sendirian tanpa mengadakan perdagangan.
    merembet ke politik, prinsipnya juga harus sama jadi tidak mungkin bisa berjalan dengan konsep kerakyatan karena tidak ada negara di dunia yg menganut ekonomi kerakyatan tersebut. jadi negara kita bakal tidak bisa berdagang. bisa, kalau berhasil mempersuasi negara2 lain kalau pandangan kita bagus dan membujuk mereka menganut ekonomi kerakyatan juga. tapi waktunya juga bakal sangat lama.lah misal tetep bersikeras, ya monggo deh berangkat ke luar negeri mengajak mereka...

    demikian, jangan apa2 dikit menjelek2kan pihak luar. mohon dimengerti dulu situasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ustadz felix siau merindukan khilafah islam, dimana tidak ada batas2 negara2

      karena dia berpikir muslim itu umat yang satu

      Delete
  10. Wahaa.. BBM lagi. Terserah lah mahalnya seberapa. Alhamdulillahh aja karena masih bisa terbeli. Kalo bener-bener gak bisa terbeli, itu yang justru jadi masalah.

    Semoga dengan kenaikan BBM, jadi diberi rejeki yang lebih besar oleh Allah. Dengan begitu, naik juga gak masalah tho? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang jadi masalah adalah bila BBM naik harga2 barang lain ikut naik mae :D

      Delete
  11. kalo misalkan dijual 500 .. makin banyak yang suka mejeng dan punya banyak sepeda motor
    tentu asapnya akan semakin mengganggu lingkungan
    bagaimana ini?? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. masalahnya ada pada mental orang indonesia john, solusinya transportasi publik diperbaiki jadi masyarakat ga pergi pakai kendaraan bermotor

      Delete
  12. wah saya kurang tau ni, saya si stuju saja asal itu yang terbaik buat negara ini. andai bisa segitu ya harganya. wah bisa foya foya nie... heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. sisa uang bisa foya-foya gitu maksudnya gan :D

      Delete
  13. wah harusnya harganya bisa segitu ya mas... kapan ya bisa demikian.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya ga bakal demikian kalau pemerintah ga pro rakyat

      Delete
  14. makin mahal aja, bensin eceran di desaku sampe langka =="

    ReplyDelete
  15. pengennya nolak, tapi ditolak mati-matianpun BBM pasti tetap naik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah begitulah pemerintah... selalu pro pasar bukan pro rakyat

      Delete
  16. kalau BBM jadi 6000rb,mending mulai april gw ngisi BBM di Shell dah
    kualitasnya jauh lebih baik & pelayanan ramah,

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi di shell sekarang bensin super Rp 9500 loh

      Delete
  17. bukan negara sekuler tapi negara pancasila :D

    banyak orang mengidamkan sistem khalifah tapi.. ya maybe someday Aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Indonesia negara Pancasila, tapi prakteknya kan sekuler :)

      Delete
  18. aaaa....bodoooohhhh..
    iya $0/barrel kalo buat olah minyak mentahnya punya bapak moyangmu!!!!! :p

    ReplyDelete
  19. bisanya cuma nyalahin pemerintah..cobaaa luu jadii pemerintaaahh..wjkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  20. nampilin komennya yang bagus2..coba dong tampilin yang kontranya..biar sama2 mikir!!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang kontra banget hanya kamu gan :)

      bukannya komentar Ninda, Ririe, Tri Setyo sudah mewakili :)

      Delete
  21. Permasalahannya bukan soal dukung-mendukung kenaikan BBM, namun sekarang ini realitanya yang merasakan subsidi BBM orang-orang yang mampu.

    ReplyDelete

Berkomentarlah yang baik dan sopan serta tidak mengandung link terlarang. FYI terhitung sejak 27 Mei 2014 R10 membuka kembali kotak komentar setelah bersih-bersih blog dengan menghapus 1000 lebih posting menjadi hanya sekitar kurang dari 300 pos.

Ini karena R10 ingin blog ini bersih dan hanya posting hal yang dirasa bermanfaat.

Mohon maaf bila tak semua blog R10 kunjung balik. Sesempat waktu yang dimiliki saja.